by

Daftar Vaksin COVID-19 yang Telah Disetujui WHO Termasuk Sinovac

-KESEHATAN-419 views

Jakarta – Beberapa macam vaksin COVID-19 yang ada sekarang ini telah memperoleh ijin pemakaian genting atau emergensi use listing (EUL) dari Organisasi Kesehatan dunia (WHO). Ini pastikan jika vaksin itu sudah penuhi standard syarat internasional berkaitan keamanan, efikasi atau kehebatan, dan manufacturing vaksin.
EUL dan emergensi use authorization (EUA) mempunyai konsep yang nyaris serupa. Perbedaannya, EUL sebagai proses tes kelaikan dan keamanan satu obat atau vaksin yang sudah dilakukan WHO.

Daftar Vaksin COVID-19 yang Telah Disetujui WHO Termasuk Sinovac
Daftar Vaksin COVID-19 yang Telah Disetujui WHO Termasuk Sinovac

Sementara EUA, umumnya diberi oleh regulator obat dari tiap-tiap negara. Di Indonesia misalkan, EUA akan diberi oleh Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Walau nyaris serupa, EUL mempunyai peranan yang lebih bernilai. Masalahnya ada rumor masalah masyarakat yang bakal lakukan beribadah haji dan umroh harus divaksin dengan vaksin COVID-19 yang terkonfirmasi WHO.

Berikut sejumlah vaksin COVID-19 yang sudah mendapatkan EUL yang diringkas zonemedia.id.

1. Pfizer-BioNTech
Vaksin Corona Pfizer sudah memperoleh EUL pada 31 Desember 2020 kemarin. Ini jadi tipe vaksin COVID-19 pertama kali yang memperoleh ijin pemakaian genting dari WHO dan dapat dialokasikan ke beberapa negara.

Pfizer mendapatkan EUL karena dipandang telah penuhi standard WHO. Maknanya, vaksin itu dipandang cukuplah aman dan mempunyai faedah yang lebih besar dibanding resikonya.

2. AstraZeneca-Oxford
Vaksin ke-2 yang mendapatkan ijin pemakaian genting dari WHO ialah vaksin AstraZeneca, bikinan SKBio Korea Selatan dan The Serum Institute India. EUL diberi pada 15 Februari 2021.

Ke-2 versus vaksin AstraZeneca itu sudah dilihat SAGE pada 8 Februari 2021 dan direferensikan untuk diberi pada umur 18 tahun ke atas.

“Produk AstraZeneca/Oxford ialah vaksin vector virus yang disebutkan ChAdOx1-S [rekombinan]. Itu sedang dibuat di sejumlah posisi manufacturing, dan di Republik Korea dan India. ChAdOx1-S dijumpai mempunyai kemanjuran 63,09 % dan pas untuk negara berpendapatan rendah dan menengah karena syarat penyimpanan yang gampang,” terang WHO.

3. Johnson dan Johnson
Vaksin COVID-19 yang ditingkatkan Johnson dan Johnson sudah memperoleh EUL. Tipe vaksin jumlah tunggal ini di-claim mempunyai efikasi sejumlah 66,3 % dan 100 % baik menahan kasus rawat inap dan kematian karena COVID-19.

Dijumpai, vaksin COVID-19 itu memperoleh ijin pemakaian genting atau EUL dari WHO pada 12 Maret 2021 kemarin.

Apalagi tipe vaksin COVID-19 yang telah mendapatkan EUL dari WHO? Click ke halaman seterusnya.

4. Moderna
WHO sah memberi ijin pemakaian genting atau EUL pada vaksin COVID-19 Moderna. Kesepakatan ini diberi pada 30 April 2021.

Awalnya, di bulan Januari Barisan Penasihat Vital Imunisasi (SAGE) WHO sudah mereferensikan vaksin COVID-19 Moderna ini untuk diberi pada barisan umur 18 tahun ke atas.

5. Sinopharm
Sinopharm dari vaksin COVID-19 bikinan China pertama kali yang mendapatkan EUL dari WHO dan mendapatkan restu untuk digunakan di penjuru dunia. Ijin pemakaian genting itu diberi WHO pada 7 Mei 2021.

Disamping itu, WHO mereferensikan vaksin Sinopharm untuk umur 18 ke atas sekitar dua jumlah, dengan dalam jarak penyuntikan 3-4 minggu. Berkaitan efektifitasnya, vaksin ini mempunyai efikasi sejumlah 78 % dan memulai dipakai di Indonesia untuk program vaksinasi bergotong-royong.

6. Sinovac
Belakangan ini, Sinovac jadi vaksin COVID-19 garapan China ke-2 yang memperoleh EUL sesudah Sinopharm. EUL itu diberi WHO pada Selasa (1/6/2021) tempo hari.

“WHO ini hari memverifikasi vaksin Sinovac-CoronaVac COVID-19 untuk pemakaian genting,” kata WHO dalam sebuah pengakuan yang diambil dari Kanal News Asia, Rabu (2/6/2021).

Menurut Barisan Penasihat Pakar Imunisasi WHO, vaksin itu direkomendasikan untuk dipakai pada umur 18 ke atas. Vaksin itu diberi sekitar dua jumlah dalam jarak penyuntikan sepanjang 2-4 minggu.

“Hasil kemanjuran vaksin memperlihatkan jika vaksin menahan penyakit simtomatik pada 51 % pada mereka yang divaksin dan menahan COVID-19 yang kronis dan rawat inap pada 100 % dari komunitas yang ditelaah,” terang tubuh itu.

Comment

Leave a Reply